Lurus aja”. Makan “jagung”-mu.Kuperiksa keadaan sekeliling mobil. Film Porno “Iya”, jawabku. Aku melayang. Sari bukannya mempercepat, malah melepas. Sengaja kupilih tempat yang gelap. Ia meremas. Aku bingung. Sekarang udah kemaleman. Tangan Sari kuraih kuletakkan di selangkanganku, lalu tanganku kembali ke susu segarnya. Pintu vagina Saripun sudah basah. Rambut kelaminnya yang tak begitu lebat itu kuusap-usap. “Jangan.., Mas.., banyak orang..”
“Makanya.., kita cari tempat, ya..”
Sari berberes sementara aku menstart mobil. Aman. Aku kembali menuju Bandung. Pada hari yang telah disepakati, Sari akan menunggu di jalan “D” pukul 17.10. Sari memang pintar berimprovisasi. Okelah, nanti cari akal mencuri waktu. “Si joni udah engga tahan ya..”, goda Sari. Kucegah Sari membuka pintu hendak turun. “Di sini aman, deh Sar..”. Kadang ditelusuri dari ujung ke pangkal, kadang berhenti agak lama di “leher”.




















