Aku arahkan prop USG tepat di jantungnya, dgn pembesaran 200 X, aku mulai “membaca” ruang- ruang jantungnya. Aku isap-isap dan gigit-gigit pelan buah dadanya. Bokep “Puas mas ?, aku puas sekali”. Kita bertiga takjub memandangi alat yg sudah hidup tersebut, nampaknya tak ada trouble sedikitpun, “Ayo kita coba, kita hanya punya waktu 7 jam sebelum menyerahkan barang ini” suara aku memecah keheningan
“Aku, Pak !” Pak Sebastian langsung menyahut, selain dia sudah hapal alat-alat medis kedokteran,
dia juga tahu kecanggihan alat ini dan pemeriksaan yg berharga 500.000 untuk setiap kali total USG
seluruh badan. Aku sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah aku hidupkan kembali, sambil merokok dan
menunggu Diana kembali ke ruang ini, aku termangu-mangu. Nampaknya Diana menikmati geseran prop USG tersebut, kedua putingnya nampak mengeras menjulang.




















