Pria ke tiga mengambil posisi selanjutnya, terasa sekali penisnya menusuk masuk ke liang vaginaku. Ia lalu membelai pipiku, “Cantik banget…”, ia terus memandangi wajahku. Bokep Mama “Hidup ini perlu kita jalani walau betapa beratnya, aku harap kamu bisa segera sembuh dan lebih tegar”, kata dokter itu setelah memberikan sebuah suntikan di lenganku. “Ah, tidak, cuma sedikit mengoral saja, aku tidak melakukan apapun terhadapmu”, katanya. Mereka tidak mau lagi menyentuh wajahku yang kotor karena muntahanku, mereka hanya berfokus di vagina dan anusku. Setelah itu Alex lalu mendekatiku, “Tenang, suamimu akan segera mengetahui kematianmu, mulai hari ini aku panggil kamu Madona”, kata Alex lalu disambung, “Karena kamulah Primadonaku… Hahahahaha”, ia tertawa keras lalu memegang tanganku dan mengajakku masuk.Aku tidak tahu apa yang telah Alex rencanakan unutk membuat semua yakin kematianku. Aku capek, kepalaku pusing, mataku berkunang-kunang, dan perutku mual-mual.




















