Aku turuti. Bokep Ojol Kemudian melihat suaminya yang tersenyum mengangguk kepadaku di seberang kursi kami, menggendong anak yang kira-kira berusia 5 tahun.“Aduh, bu, maaf, bukannya saya tidak mau, cuman memang saya sengaja memilih tempat di bawah AC ini bu. Ah, peduli amat.Aku kembali menutup mataku. Hari itu hari terakhirku menjadi bujangan. Siall, makin nikmat. Kulihat tebaran warna hijau ditimpali air hujan yang begitu deras di sebelah kiri jalan tol. Mei, calon istriku, kemudian menyusul ke Jakarta dan bekerja di sebuah bank di Bintaro. Bayanganku memang menjadi kenyataan. Benar-benar basah. Sekali. Sial.Untung Cikampek tidak macet. ada orang mau ke toilet. Ini nikmat sekali. Pasti basah, karena aku merasakannya dengan tanganku.




















