“Mita rela kok dibersihin berkali-kali sama kalian seperti ini… Mita milik kalian,” ucapku senyum-senyum. Bokep Indonesia Sial… dia ternyata juga orang yang mesum.“Apa yang bapak mau dari saya? Dia tertawa melihat diriku yang bingung. Sepertinya sedari tadi aku hanya berputar-putar!“Tolong… biarkan saya pergi!!” ucapku memohon.“Maaf Mita sayang… saya gak bisa membiarkan kamu pergi dari sini… Sekarang kamunya tenang dulu… ” tiba-tiba pak Jun membekap mulutku dengan kain. Uang? Apalagi mati seperti itu! Aku kembali merasakan mual dan ingin muntah. Semua darahku dijilatinya tanpa sisa! Dia lalu mengarahkan pisau itu padaku. Apa yang akan dia lakukan!?“Sudah bangun ya? Hatiku jadi sedih memikirkan berapa lama aku akan berada di sini. Bagaimana tubuh telanjangku yang selalu ku rawat, yang dikagumi banyak pria ini, akan berakhir menjadi makan malam mereka.“Ayo Mita, kita ke ruang eksekusi lagi…” ajak Pak Jun dan teman-temannya.Aku menyahut dengan antusias, “Yuk”Akupun kembali ke ruang itu lagi.




















