Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka?“Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek,” sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Mulutnya persis di depan Junior hanya beberapa jari. Bokep indo terbaru Di mana? Ah, kini ia malah berlutut seperti menunggu satu kata saja dariku. Ia tersenyum melihatku.“Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan,” katanya.Ia mencari-cari. Bau tubuhnya tercium. Betulkan, ia tidak akan datang begitu saja. Ke mana ia? Jam berapa harus sampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yang penuh gelora itu. Ia tersenyum ramah. Aku masih mematung. Badannya berbalik lalu melangkah. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aku turun. Ia masih dingin tanpa ekspresi. Jendela kubuka. Jari tangan mulai dingin. Benarkan kesempatan itu lewat. Ayo..!Aku masih diam saja. Bayar arisan. Agar kejadian kemarin terulang. Aku kira aku sudah terlambat untuk bisa satu angkot dengannya.




















