Hanya berteman Tuhan dan jiwanya sendiri. Tya .. Bokeb Dan Tya kerap menyebutnya untuk meledekku.” nihh lagiii yaaa !! Aku hanya melihatnya dari balik jendela, dengan mata yang nanar dan perasaan yang miris dalam hati. xixixi “” ahhh dasaaarrr !! Semakin ku gesekan jari ini, semakin menggeliat pula pinggul dan tubuh si cantik. “” yang aku tanyain kan caranya bukan, muat atao engga muatnya .. ” Tya berfikir dengan kening yang berkerut, sesekali menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, membuat rambutnya berayun mengikuti gerakan kepalanya. Seumur-umur, baru kali ini aku menginjakan kaki di Rumah Sakit jiwa, sebuah gedung yang telah berdiri sejak jaman penjajahan dulu. tak ada penerangan sedikit pun, selain sisa-sisa cahaya sore ini yang menyelinap payah melalui celah bilik.” sini Ya .. Aku hanya melihatnya dari balik jendela, dengan mata yang nanar dan perasaan yang miris dalam hati.




















