“Sepi sekali rumahnya, sudah pada tidur ya?” Tanyaku untuk memecah kekakuan. XNXX Bokep Uangnya masih ada semua…” Jawabnya sambil menutup dompet.“Mas, masuk dulu yuk. Aku pun menarik tubuh Sinta agar kembali berdiri. Ruang tamunya saja besar sekali dengan sofa kulit yang terlihat mahal. “Mas sendiri, punya pacar gak?”Aku menggelengkan kepala, “Sama nasib kita..” Jawabku diiringi tawa renyah Sinta.“Udah berapa lama, Mas?”“Hmm…” Sejenak ku menghitung berapa bulan semenjak aku putus dengan pacar ku sebelumnya, “Udah hampir setahun lah…”“Wah lumayan juga, udah kering lah ya mas?” Ledek Sinta sambil tertawa.“Hahaha, kayak kamu enggak aja…” Balas ku.“Iya sih…” Jawab Sinta, mendadak ia menghilangkan tawanya dan menjadi serius.










