senyuman nakal kembali terlontar dari bibirnya. kamu hati-hati bawa mobilnya”istriku meninggalkanku. Bokep Family karena lukanya yang cukup besar dan dalam, mbak Dina aku bantu berjalan menuju ruang tengah.“pelan-pelan mbak. senyumnya menggoda. tanganku meremas payudaranya. jemput anak-anak” kata istriku dengan tergesa-gesa membuka pitu mobil.“iya, kamu hubungi aku kalau sudah selesai. kemudian, dengan perlahan ia membuka resleting rok yang ia kenakan. aku tolongin. maafin aku ya, gara-gara aku mbak sampai luka gini”“udahlah Dan, namanya juga musibah”“mbak yakin mau istirahat diruang tengah?”
“iya, sambil temenin kamu ngobrol. penataan lampu tidur dan lemari-lemari kecil sungguh serasi.Ditambah dengan paduan cat berwarna cream. sekarang aja mbak keliatan pucet (pucat)”“yaudah, bantu mbak jalan ke kamar Dan”
aku memapah mbak Dina jalan menuju kamarnya. wajahnya nakal. namun, mbak Dina selalu menolaknya. anak-anakku akrab bermain di halaman belakang dengan anak mbak Dina.




















