Itupun dengan grogi setengah mati, untung saja AC di dalam theater cukup dingan sehingga Aku bisa beralasan jika ditanya macem macem oleh Reza. Ooooh…” kejantananku ditelan habis oleh vaginannya.“Spesial buat kamu kak, muaaaah” katanya, sambil mengecup bibirku.Pinggul Reza mulai mengayun. Bokep Japan Kupegang tangan kanannya, dia tak menolak, tapi suasana sesaat menjadi hening. Ooooh……! Hehe. Usiaku yang menginjak 22 tahun sudah cukup mengerti, untuk sedikit banyak tau seluk beluk kehidupan politik di negeri ini. h.. Kan ga kliatan, hehe”“Yaudah yuk ah pulang dulu, udah sore kak,” ajak Reza buru buru.“Oke oke,” Aku mengiyakanKulajukan mobil ku ke arah Genuk, ke rumah Reza. Kulihat layar handphone ku,Dari : Reza Biduan
Isi : maaf baru bales, ini baru sampe rumah, tadi lagi di jalan pulang sama yang lain.Dan, yes, kubalas smsnya, akhirnya kami pun smsan sampe larut malam.




















