Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Tapi Tomo menahanku dengan kuat.Tomo menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Bokep Mom Setiap kali tubuh Tomo menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Tomo mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya.“Ahh..”Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku.“Panas..badanku terasa panas..Tomo..” pikirku dalam hati.Tomo melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat.“Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Tomo berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius.“Hmm..kamu menyukainya bukan? Tomo melihatku dengan penuh nafsu. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Tomo melihatku dengan penuh nafsu. Dan setiba di kamar, aku memeluk Tomo sambil mengucapkan terima kasih.“Terima kasih Tomo..aku sayang sekali sama Tomo..”Tomo pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius.




















