Kami menjadi lebih sering keluar hanya berdua saja. Sedikit membantu untuk melakukan segala kegiatan dan komunikasi, khususnya untuk duniaku yang ‘khusus’ itu.Bulan kedelapan aku tinggal di kota itu, aku mulai memberanika diri untuk keluar ke komunitas homoseksual yang ada di kota tersebut. Bokep “Kalo ngga, ngapain pake acara ngebalas segala?” geramnya. Kami menjadi lebih sering keluar hanya berdua saja. Aroma dan pesonanya yang begitu maskulin memabukkanku. Setelah beberapa kali bersama, aku memutuskan untuk bercerita bagaimana aku bisa ‘bergabung’ bersama mereka.“Gitu, ya?” katanya tertawa keras. Bibir kami saling menjepit dan mengulum. Bahuku terasa semakin sakit. Selian itu juga, aku ada mengikuti les bahasa Mandarin untuk persiapanku entah untuk keperluan apa saja di masa depan. Bahuku terasa semakin sakit. Kan masih polos waktu itu.”Dia membelokkan mobilnya kearah yang tidak seharusnya jika hendak mengantarku pulang.“Lalu, sekarang gimana nih kalian berdua.




















