Tapi aku bersikap wajar saja, dan itu membuat Sita tenang berada di dekatku. Bokep barat Kalo gak bisa buktikan, pinjam duitnya juga batal dong!?” kataku mendesak.Aku tahu itulah senjataku yang tidak bisa dia tolak. Memang selama ini aku dikenal sebagai cowok yang baik, dan cenderung pemalu, karena itu banyak cewek yang tertarik padaku.Setelah ngobrol ini-itu, akhirnya meunuju ke pokok permasalahan, bahwa ia butuh uang untuk membayar tunggakan SPP dan uang bangunan, yang sebenarnya telah orang tuanya berikan, tapi telah ia pergunakan untuk beli ini dan itu serta “biaya kenakalannya” seperti narkoba dan minuman keras.Dan aku menyanggupi untuk meminjaminya tapi semua itu ada timbal baliknya kataku padanya.“Seperti yang kubilang tadi, mau nggak, sebagai jaminanya aku foto kamu dengan pose yang sexi dan dengan pakaian seadanya?!” tanyaku padanya.“Ya mau gimana lagi, toh aku sudah datang ke sini sesuai dengan keinginanmu, nggak pake BH dan CD”.“Sudah kepalang basah, lagian hanya kamu




















