Aku baru saja (sekitar sebulan) berpisah dengan salah seorang gadis yang sangat kusayangi. Kugandeng lengannya menuju jok belakang. Bokep colmek “Nia? “Nia? Mau kemana?”
“Curhat saja, aku pingin refreshing,” sahutku sok sedih. “Ahh.. kamu aja yang naruh,” ujarku. “Yah, baik-baik saja. Kuangkat tubuhku, menatap kemaluanku yang mulai agak lemas. mm.. Kubaringkan dia di jok belakang, sambil terus menekan dadaku, memastikan dia tidak banyak bergerak. sakit nih..” Ya gimana dong? “Untunglah..” kataku tanpa memperdulikan bibirnya yang terlipat. mendadak Nia menekan leherku dengan tangannya, mengecup bibirku dengan penuh nafsu. Nia mencondongkan kepalanya. Aku sangat terharu, karena aku juga tahu betapa ia menyayangiku, namun karena persahabatan adalah yang terpenting baginya, ia rela menyerahkan kemenangan itu kepada Enni. “Iya, kayaknya belum deh..” Nia menimpali. “Aku sedih..” isakku. ah.. Sampainya di depan pagar, kesadaranku mendadak sedikit pulih. hh..” kuraasakan keringat di permukaan perutku. mungkinkah Nia merasa iri atas keberhasilan Enni mendapatkanku?




















