“Mbak, teh botol 1 ya?” Suara itu mengagetkannya. Lagi-lagi, sama seperti kemarin, cuma ada si pemuda yg bernama Toni di net itu. Bokep SMA Toni yg melihat gadis itu menatap penisnya, mulai meraih kembali tangan gadis itu. Walaupun dia yakin dia dan calon suaminya tak mungkin melakukan hal2 yg dilarang agama meskipun mereka sudah resmi bertunangan dan pelaksanaan akad nikahnya sendiri tinggal 2 minggu lagi. Keheningan berlalu saat Toni meminta kunci kulkas. Mau gimana lagi, Anto -sepupunya itu- itu bekerja malam hari disebuah pabrik di daerah bekasi, dan baru bisa menggantikannya menjaga net itu sepulang kerja sampai tengah hari, sedangkan Dimas yg biasa shift malam di net itu sedang pulang ke kampung halamannya.Malam itu cuma ada seorang pemuda yang sedang main di warnet itu, usianya kira2 sebaya dengan calon suaminya di kampung.




















