Jadi hal yang wajarkan kalau aku gak ngunci pintu kamar mandi.”“Iihhhhhh… Bram, sudah deh gak usah ngalihin pembicaraan. Nit, kopi Nit….!” Pintaku pada Nita untuk membuatkan kopi untukku.“Iya…. Bokep Japan Oh God!!! Nita mau kan untuk sementara ini nginap di rumah Bunda? Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpi-mimpiku. Ni kepalaku udah pusing banget.” ujarku dengan muka bete.“Iya-iya yok ke kantin yok, aku juga laper, tadi pagi gak sempet sarapan.” ujarnya sambil memamerkan barisan giginya yang putih. “Arrrrgghhhhhhh….”Dengan gerakan reflek super cepat, aku langsung menutupi Bram junior.“Nit tutup pintunya.” Seruku.Namun Nita tak menghiraukan ucapanku, ia tetap berdiri mematung di depan pintu kamar mandiku.“Nit tutup pintunya…” seruku kembali dengan sedikit berteriak.Ia yang kaget mendengar teriakanku langsung bergegas menutup pintu kamar mandiku.Saat ini aku benar-benar sangat shock.










