Kilatan cahaya dari luar bus memberikan sedikit penglihatan mengenai ibu di sampingku. Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus.Dia memandang ke bawah tubuhku. Bokep indo Airnya menetes membentuk alur di kaca jendelaku. Dan sangat empuk. Jam 9 malam. Kaki ibu itu. Tentu saja dengan mata terpejam. Sial.Untung Cikampek tidak macet. Aku beringsut lagi mendekati tubuhnya. Atau merah. Aku suka sekali renda, terutama apabila renda itu ada di tempat yang tepat. Dia terengah-engah. Tangannya menarik tanganku dan mengarahkannya ke tempat yang aku inginkan. Sip. Hehehehe, aku menang. Pura-pura tidur, sambil menutupi dua kancing dadanya yang sudah terbuka lebar.Sial. dari dulu memang aku tidak pernah suka keramaian dan kesesakan Jakarta. aku merabanya. Tiba-tiba jariku seperti ditumpahi cairan hangat. Sebuah penis kecil yang sudah amat basah. Hari ini aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan keluarga.Hidupku sungguh sempurna.




















