“Curiga ya dia?”.Ah .engga .”, katanya sambil menghambur ke tubuhku. “Tapi sekalian Dok, diperiksa yang kiri “, katanya sambil menggeser BH nya ke bawah. Bokeb Kok bajunya belum dipakai ?”.“Entar ajalah . “Ambil nafas Bu”,seolah sedang memeriksa. “Khawatir apa Bu”.“Tante saya kan pernah kena kangker payudara, saya khawatir” .“Setahu saya . Aku engga tahu daging apa namanya, buah dada bulat begini kok kenyal banget, agak susah aku menggigitnya. “Sebetulnya ada lagi Dok”.Apa Bu, kok engga sekalian tadi?” Aku sudah siap berkemas. Penisku benar2 tegang sekarang. Ini jelas pertanyaan yang rada nakal juga. Sambil masih berpelukan, Syeni menggeser tubuhnya menuju ke pembaringan pasien, menyandarkan pinggangnya pada tepian dipan, mata sipitnya tajam menatapku, menantang.




















