Bagai disambar petir, aku pun terdiam dan terpaku karena sudah ketahuan.Terdengar langkah kaki turun dari ranjang, dan pintu kamar pun terbuka. Bokep barat Hampir beberapa menit aku berdiri di depannya, menebak-nebak kalau saat ini mungkin sahabatku itu sedang bercinta dengan suaminya. ”Ingat, cuma dengan cara ini kamu bisa dapat anak, In.” Sita mengingatkan.Aku memang sudah bersepakat dengannya akan meminjam bang Irul, suaminya, agar membuahiku. Nggak berarti harus main sex.” protesku. Aku mencoba mencari celah yang terbuka diantara tirai kamar Sita yang tertutup. ”Sapa bilang aku mau ML? “Yang bercanda itu!” sahutnya sambil nyengir. Aku sudah mengkhianatimu!” bisikku dalam hati.Kupeluk dia dan tergugu di pundaknya. Aku tidak bisa membayangkan rasa sakit seperti apa yang akan menyerangku saat batang besar itu masuk mengaduk memekku?“Sit,” kupegang tangan Sita ketika bang Irul semakin mendekat.




















