Cepat-cepat ku tutup pintu dan tidak mau tahu suara langkah siapa itu, paling-paling pembantu rumah tangga yang terbangun untuk ke toilet.Sedikit capek, jadi aku baringkan badanku di ranjang empuk kamar ini, tidak henti aku masih memikirkan apa yang aku lihat tadi. Ku usap kening Chelsea lalu kubisikkan, “Maafkan aku…” Karena takut dipergoki dan dikira berbuat yang tidak-tidak, aku pun segera keluar dari kamar yang mayoritas berwarna merah muda ini.Aku penasaran dengan kamar yang lebih luas di sebelah kamar Chelsea. Video bokep Ia malu dengan keadaannya dulu, walaupun trauma, tapi dia tidak menuntutku, ternyata dia juga mencintaiku. Sambil nonton televisi aku tidak sadar kalau aku telah tertidur.Ketika bangun aku melihat jam sudah menunjukkan jam 23:35, televisi masih nyala dan segera kumatikan, air conditioner pun ku besarkan karena merasa sedikit gerah. Kamar untuk pembantu ada sekitar sepuluh.




















