Aku berpikir dalam sebulan pasti sudah mendapat tempat kerja baru. Film Porno Bungkus makanan atau abu rokok bertebaran di lantai, pakaian bahkan CD juga dilempar begitu saja. Tapi mendadak ia sudah memeluk dan mencium bibirku dengan ganas. Biasanya kami adakan ini dua bulan sekali tanggal muda. “Nul, aku ingin menciummu,” desisnya di belakang telingaku membuatku merinding. “Ini buat kamu,” ia menggenggamkan 50 ribuan ke tanganku. “Kamu siapa?” aku mulai curiga. Kita tentu tahu apa yang terjadi di kamar itu. Kumasuki kamarku sambil menimbang-nimbang apakah nanti malam aku akan masuk ke kamar Bimo atau tidak. Akupun diam setelah tahu dan membiarkan ia mulai mengelupas seluruh penutup tubuhku. Salah siapa? gimana ya.




















