Aku jadi teringat dengan omongan temanku, fanni, bahwa mereka bisa diajak kencan. Bokep Mama Kubuka kancing celananya. Sedangkan aku tetap sebagai animator yang bekerja di sebuah perusahaan di daerah Kedoya tapi aku harus meninggalkan kostku. ngomong-ngomong situ baru sekali ya potong di sini?” sambungnya sambil tetap memotong rambut.“Iya.. kalo aku boleh jujur sich, aku juga suka sama kamu, Tel.. Lama sekali aku memegang tangannya dengan sesekali meremasnya dan ia diam saja.Singkat cerita, aku mengantarkan dia pulang ke kostnya, di tengah jalan ella memohon kepadaku untuk tidak langsung pulang tapi putar-putar dulu. Setiap gerakan nyaris dalam beberapa detik, teramat perlahan. Sekali lagi, aku menengok ke kiri melihat wajahnya yang bulat dengan bola mata yang berwarna coklat, dia menatapku tajam dan serius sekali.“Sekarang?” tanyaku sambil menatap matanya, dan dia menganguk pelan.“OK, kamu boleh ‘sun’ aku,” jawabku sambil kembali ke jalanan.Beberapa detik kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan mengambil posisi



















