Sesampainya dalam café penulis menanyakan “Ramah minum apa ? Bokep STW Ramah jawab om tadi kupinjam. Desakan ini aku tidak mudah terpengaruh, karena takut ada kejadian yang tidak di inginkan nanti.Kurang lebih 30 menit hari hampir pagi jam 4.23 Wibb aku menghubungi Ramah melalui ponselnya. Saat tubuh Roni peling bawah menekan milikku terasa nyeri dan sakit. aku tertunduk sejenak di pinggir tempat tidur sambil mengisap rokok Sampoerna, sementara Ramah tidur dipagkuan aku sambil memeluk pinggangku. Ramah mengangkat dengan nada kesal “abang dimana kok ngga datang ?. jahat abang, aku ngga mau lagi cerita ama abang. Ramah memang nakal, mau tahu aja apa isi dalam tas aku. Tapi itu semua tidak pernah dia masukkan dalam hati hanya dianggapnya sebatas kuping saja.




















