Kubuka pintu masih dengan perasaan kaget yang belum hilang. Dia dengan tubuhnya yang tinggi berada di antara orang yang memadukan suaranya. Bokep Montok Sebelah tangannya membuka celana dalamku dan meraba-raba vaginaku. Dia hilang entah kemana, hingga waktu perayaan akan dimulai tidak kutemukan dia lagi. Kami tidak berhenti mengobrol tentang segalanya. Aku hanya membutuhkan dukungan dan rasa cinta untuk bisa bertahan hidup. Tetapi kenapa ada perasaan iri yang tidak lari dari hatiku, aku hanya merasa dunia tidak adil. Di mobilku dia mencoba menciumku dengan gaya ciumannya yang mengingatkanku kepada ciuman pertamaku 7 tahun yang lalu. Aku menyesal atas kejujuranku. Dia menjulurkan tangannya lagi sambil mengucapkan selamat tahun baru dan tangan sebelahnya membawa sebuah kotak makanan. Dia mengira kalo aku berumur sama dengan dia, tapi itu semua tidak menghentikan obrolan kita. Akankah semuanya masih seperti yang dulu apabila aku tidak menceritakannya? Tiba-tiba bel rumahku berdering.




















