Tapi entah kenapa, sesaat aku tadi horni melihat gadis itu meronta kehilangan nyawanya.“Hehehe, bagus sekali Mita… kamu berbakat… Nah… sekarang kamu lanjutkan… keluarkan organ dalamnya” suruh pak Jun kembali lanjut menciumi dan menggerepeku.“O..oke…” jawabku.Begitulah, pak Jun terus menggerepeku dan mengajakku berciuman saat aku melakukan intruksinya. Bokep Family Aku malah menghampiri gadis yang terikat berdiri tersebut.“Ayo bunuh dia…. Dia tertawa melihat diriku yang bingung. Oh Tuhan… Apa yang sedang ku lihat ini!? Dia terus mendoktrinku kalau dibunuh dan dijadikan korban kanibal itu nikmat. Dengan kaki dan tangan terikat, wanita itu kemudian dibaringkan di atas meja. Dia mengolah daging apa sih di sini? “Sayangnya itu bukan pilihan, kamu tetap akan berakhir jadi makanan… hahaha… tapi kamu bisa memilih untuk pasrah rela dibunuh atau dengan paksaan… hahaha” ucapnya sambil melepaskan lakban di mulutku.Dia kemudian ingin beranjak pergi.“Kenapa??” tanyaku lirih.“Hmm??”“Kenapa aku?” tanyaku lagi.




















