sampai2 Mas Hendarto heran akan sikapku yang berubah dingin dan gundah gulana. Kemudian ku jawab..“jangan gitu pak? Bokep asia kita duduk berhadap hadapan, ia pandangngi terus mataku.Akupun demikian seperti aku memandang mas hedra. Akupun dilahirkan dalam lingkungan yang memegang teguh agama dan adat jawa. kalau ndak salah ibu dulu, nabrak saya dengan mobil ini kan?”.. Kemudian Mas Hendarto menanyakan sebab perubahan sikapku itu. Setiap hari aku kekantor kadang diantar Mas Hendarto dan kadang aku nyetir sendiri.Suatu saat aku pulang kantor dan mau kerumah, aku tanpa sengaja menyerempet sebuah sepeda yang dikemudikan oleh seorang lelaki paro baya. Aku diam saja saat itu, aku begitu karena pikiranku sudah kosong dan dalam diriku ada semacam hasrat yang menghentak untuk dituntaskan dan lepaskan.




















