Ketika Qiu Qiu berkeinginan menaiki motorku, sekilas tercium wewangian wangi khas remaja. “Ya udah anda kabarin orang lokasi tinggal dulu aja, biar mereka gak khawatir.” Dia juga menyetujuinya.Aku juga sesegera mungkin menunjukkan motor ke rumahku. Bokep Japan “terserah” jawab Qiu Kiu singkat.Aku juga tak menjawabnya lagi. Pada hari itu, tepatnya hari Kamis, teman-teman yang beda memilih guna tidak mengekor tutorial yang kebetulan saat tersebut kelas Bahasa Inggris. Sebelum pesanan kami datang aku berjuang “to the point” untuk Qiu Qiu. Semua tersebut Qiu Qiu terima dengan senyuman. Tapi aku pesimis, dengan penampilanku tinggi 167cm, berat 82kg, kulit hitam, wajah pas-pasan. Semua tersebut karena kelaziman om-om ku ketika di Kalimantan yang tidak jarang menggoda perempuan. Aku langsung mengarah ke kasir dan menunaikan pesananku tadi kemudian kamipun mengemudikan motor lagi. Aku memang telah tidak sabar guna segera bertemu dengan Qiu Qiu.




















