Mulutnya seperti kujadikan tempat minumku. Bokeb ”Atau makan mungkin?” dia kembali bertanya. Istriku yang sedang menunggu di rumah pasti resah, aku pulang terlambat tanpa memberi kabar apapun. Mbak?” kutanya balik. Cuma cinta kasih yang menyatukan rumah tangga kami, nafsunya sudah lama hilang.” ”Bapak seneng dong sekarang?” dia membelai rambutku. Saat kuremas payudaranya, wanita itu mendesah lirih sambil mencakari tubuhku, dia menekan bibirnya agar lebih kulumat lagi. Tak ingin terkesan ingin tahu urusan orang, meskipun kenyataannya memang begitu. Vagina wanita itu memang sangat sempit, seperti perawan saja layaknya. ”Bapak mau pulang ya?” wanita itu bertanya, seperti mengetahui apa yang kupikirkan. Uh.. Konsentrasi lalu kukerahkan pada kemudi saja.




















