Karena tidak menduga kalau dia akan menyapaku.“Tidak.., Eh, kamu sendiri..?”, aku balik bertanya.“Sama, aku juga sendirian”, jawabnya singkat.Aku berpaling dan menatap wajahnya yang segar dan agak kemerahan. Bokep Montok Aku langsung berpura-pura memandang jauh ke depan, ketika dia tiba-tiba saja berpaling dan menatapku.“Lagi ada yang ditunggu?”, tegurnya tiba-tiba.Aku terkejut, tidak menyangka kalau gadis ini menegurku. Bukan hanya fisik, tapi juga batinku benar-benar tersiksa. Aku benar-benar tersiksa lahir dan batin. Aku benar-benar tersiksa lahir dan batin. Kulihat tangannya begitu halus dan lembut sekali. Aku duduk beristirahat di bangku taman, memandangi orang-orang yang masih juga berolah raga dengan segala macam tingkahnya. Bahkan mereka mengancam akan membunuhku kalau berani berbuat macam-macam. Padahal aku paling malas berolah raga. Memang kalau tidak pakai seragam Sekolah, aku kelihatan jauh lebih dewasa. Beberapa saat tidak ada yang bicara.Namun tiba-tiba saja aku jadi tersentak kaget, karena tanpa diduga sama sekali, gadis itu menggandeng tanganku.




















