“Kok ngak dijawab sich!” tanya supir mesum ku lagi. Tanpa terasa nasi goreng di piring dapat kuhabisi juga. Bokep Korea tenang.. “Jangan ngeliatin.. salah maksudnya Mbak Winie, panggil saya Bang aja yach!” celetuknya meminta. “Boleh saja, memang kenapa?” tanyaku. Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri dan kemudian ke buah dadaku yang kanan. sana cepet keluar!” bentakku dengan marah sambil menutupi bagian tubuhku yang terbuka. tapi kan udah telat!” balasku dengan sinis dan ketus. Usai membersihkan badan, supir mesum ku lalu menggendongku keluar kamar mandi dan menghempaskan tubuhku yang masih basah itu ke atas kasur tanpa melap tubuhku terlebih dahulu. “Sabar Win.., saya suka sekali dengan lendirmu sayang!” suara supir mesum ku yang setengah bergumam sambil terus menjilat dan menghisap-hisap tanpa hentinya sampai beberapa menit lagi lamanya. “Jangan..!” jeritku, begitu supirku yang sudah berjarak satu meteran dariku menerjang tubuhku hingga tubuhku langsung terpental jatuh




















