Sedangkan aku belum apa-apa. Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh sabar dan telaten. Bokep Montok Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi. Di hari sabtu siang itu terasa panas sekali, tiupan AC mobil yang menerpa langsung ke arahku dan ‘istriku’ kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. Aku malah balik bertanya,
“Kamu ngapain kerja di sini?”
“Mom, kita kan masih perlu sekretaris, kenapa tidak dia aja kita coba.”
“Ya, boleh aja”, jawab istriku. Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa. Ia mencegah ketika aku akan membuka CD-nya yang merupakan pakaian satu-satunya yang tersisa. Kulitnya putih, bersih dengan postur badan yang cukup indah. Akhirnya ia kutitipkan bekerja di perusahaan temanku. Kini dia mulai menimpali walau agak malu-malu.




















