Kusodok-sodok sekuat tenaga. Bokeb Giliranku kali ini mendapatkan projek di kota B yang berhawa sejuk dan merupakan kota idolaku. Ketika kubuka aku agak sedikit heran karena tukang pijatnya ibu-ibu berumur 45-an lebih kira-kira. Aduh Mami, enaknya minta ampun, eh nambah. Tetek.Dia sengaja mencondongkan dirinya ke arahku agar lebih mepet. Di kota B banyak sekali panti-panti yang berkedok pijat namun sesungguhnya yang ditawarkan adalah lebih dari sekadar pijat. Ah rupanya ‘G-Spot’nya ada di leher belakang telinga sebelah kanan. Sukses besar. Bedanya sekarang yang mendapatkan anugerah adalah bagian kepala adik. Kupandangi sebentar teteknya, masih lumayan bulat. Mengerang hebat. Tapi ternyata pikiranku sudah mulai melantur membayangkan nikmatnya ketika badan yang pegal hebat ini akan mendapatkan terapi pijat yang pasti akan memanjakan urat dan saraf-saraf yang telah mulai menuntut untuk dirilekskan sejak beberapa hari ini.




















