Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Aku langsung ingin mengutuk diri. Sex Bokep Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Dia terpelanting. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Di tengah keremangan, aku menyaksikan




















