Sensasi geli dan nikmat menjadi satu.“Oouuhhhhh…!!” aku meracau merasakan kenikmatan.Berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Bokep Mom Nit aku balik dulu ya! Bagiku memasak merupakan terapi dan seni, suatu bentuk untuk mengekspresikan diri melalui kemampuan mencampur bumbu dan bahan makanan untuk menciptakan masakan yang sangat lezat dan unik.Harum dari hasil tumisan olive oil, bawang merah, daun bawang, bawang putih, dan cabai pun menguar dan membelai indra penciumanku. Bahkan kali ini ia lebih menyeramkan dari mak lampir.CIIAAT!!PLETAK!!BAAG!!BUUG!!BAAK!!KO!! “Hmmmmm… Yummy. “Dasar mak lampir.” gerutuku.“Upss!” aku yang keceplosan langsung buru-buru menutup mulutku.“Kamu tadi bilang apa Bram barusan?” tanyanya padaku sambil tersenyum manis kepadaku namun auranya terlihat sangat menyeramkan.“Eng… Enggak Nit aku gak bilang apa-apa kok.” jawabku ketakutan.“Kamu tadi bilang aku kayak mak lampir kan.” Serunya dengan mata melotot menatap tajam kearahku. Everything’s gonna be okay.” kataku dalam hati.Ku ketuk-ketuk sendiri kepalaku, “Tuk….




















