Phoenix and Mick rush back to the wedding hall, arriving too late. Bokeb Everyone’s gone but the officiant, Damon Dice. Phoenix and Mick decide to get married anyway. When Damon asks if he can have a private chat with Phoenix first, she’s confused but agrees. Damon tries to dissuade Phoenix from marrying Mick and starts making moves on her, turning her on and igniting her inner slut who’s hesitant to be tied down. However, Mick, who has been sneakily spying on them from the start, intervenes. He doesn’t mind Damon fucking around with Phoenix, as long as he can still marry her. The groom demonstrates his selflessness by letting Phoenix and Damon fuck freely before joining in on the action and treating his wife-to-be to the double penetration action she craves.
WOW.. Ingin kutelan rasanya. kugerak-gerakkan terus jariku. Bakalan mahal jika ingin sering bertemu. “aghh.. Basah. Ahh.. Sambil mendesah..”mmhhmm..ehmm..” Kuselipkan satu jari ke baliknya. memekku dibukanya dengan kedua jarinya. dan berakhir dengan cyber sex. Dengan isyarat mataku, Edwin tahu aku minta dia berpindah ke tempat tidur. lembutnya. Perutnya pun tak lepas dari jilatanku. Lidahku bermain-main di sana. Perutnya pun tak lepas dari jilatanku. Kali ini mengusap-usap pahaku. “Enak winn.. enakk..” bukan lagi klitorisku yg dijilatnya. Perlahan aku buka kancing kemejanya. Gantian aku yang merebahkan tubuhku di hadapannya. Gerakannya berubah cepat. Kugosok-gosok perlahan. enak winn..” Edwin semakin bernafsu mendengar eranganku. kukulum jariku..kusedot. Ketika kumasukan kumundurkan badanku. Bakalan mahal jika ingin sering bertemu. Terpikir lagi keinginan untuk mengganggunya. Cup..cup..cup.. Dan resletingnya. tangan kiriku semakin gencarnya meremas-remas buah dadaku.





















