Astaga sudah jam setengah 5 sore, aku segera
membukakan pintu utama kontrakanku untuk melihat siapa yang datang.“Sore Mas Andy, duh baru bangun ya? Bokep Mama Mbak, saya belum kawin nih. Kok saya pusing jadinya Mbak? Genjot yang kerass Mass, koontollmu juga ennahhkk.. Aku pun kembali tidur dan menghayalkan kenikmatan tadi.,,,,,,,,,,,,,,,, Sekedar coba Mas, siapa tahu Mas jadi
pingin beli lebih banyak?” Maya menawarkanku setelah obrolan kami semakin akrab.Belum sempat kujawab dia sudah bangkit dan menanyakan dimana letak dapur, ia pun menyeduhkan secangkir
susu greng buatku. Ohh.. Belum lagi kopi susu yang kupesan tiba dihadapanku, kulihat dua wanita muda masuk ke warung.“Uhh, gila hujannya ya Fin.., untung sudah sampai sini,” kata yang berbadan agak gemuk pada temanya
yang lebih langsing.Dari penampilan mereka aku bisa menebak kalau mereka adalah sales promotion girl (SPG), dibelakang
baju kaos yang mereka pakai ada sablonan bertulis Susu Siip (sengaja disamarkan), produk susu baru
buatan lokal.




















