Aku kecewa sekali,dan wajahkekecewaanku terbaca jelas oleh tante Ani.Sewaktu aku akan melepas celana dalamkudengan malu-malu,tiba-tiba tante Animencegahnya.“Tunggu Bernas. Bokep india Tante dah laper banget,maupingsan dah.”Sambil malas-malasan aku bangun dari sofa.Kulihat tante Ani sedang membenarkan posisiroknya kembali. Bau parfum harumyang menempel di tubuhnya tercium jelas dihidungku. Namun tante Ani menolaknyadengan halus karena apabila hubunganku dantante Ani bertambah serius,banyak pihak luaryang akan mencaci-maki atau mengutuk kami.Tante Ani sempat menjauhkan diri setelah akumengatakan cinta padanya sampai aku benar-benar ‘move on’ dari-nya. Tapi tante tidak pernah menawarharga dengan seniman itu,karena seni itu mahal.Kalo tante tidak cocok dengan harga yang diatawarkan,tante pergi saja.”Aku masih menyibukkan diri mengamati lukisan-lukisan yang ada,dan tante Ani tidak bosanmenjelaskan arti dari lukisan-lukisan tersebut.Tante Ani ternyata memiliki kecintaan tinggiterhadap seni lukis.“Ok deh.




















