Dia berdiri tegak terus tanpa mengendor sedikit pun. Bokep indo Kami kembali berpelukan bagai sepasang kekasih. Sebenarnya aku berbohong, karena umur begitu gerakan bayi belum terasa, tapi Eki mana tahu. Tentunya dadaku terlihat sangat menonjol.Akhirnya tidak begitu lama, Eki pamit pulang. Dia bahkan tak berani menatap wajahku.Entah kenapa aku merasa kangen sekali sama anak itu. Kekuatan kontolnya juga semakin luar biasa. Kami sangat bahagia karena bayi dalam kandunganku berada dalam kondisi sehat.Aku selalu mengingatkan Eki untuk tetap fokus pada sekolahnya, dan jangan terlalu memikirkan anaknya. Aku menyorongkan bongkahan pantatku. Sana kamu mandi, pulang. Untuk melakukan test saja aku sangat takut. Dengan gugup, Eki juga menaikkan celananya dan duduk ketakutan di rerumputan.“Ma-ma’af, Bu..” akhirnya keluar juga suaranya.Aku menatap Eki dengan wajah seramah mungkin.




















