“Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Dini sambil tertawa. aahh..!” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlakuanku itu.Setelah itu kami berdua sama-sama lemas. Bokep Twitter aduhh.. Kemudian kami bercakap-cakap, ternyata Dini memang enak untuk diajak ngobrol. Ia berusia 24 tahun dan saat itu ia bekerja sebagai sekretaris di perusahaan teman pamanku itu. Ternyata adalah Dini.“Eh, ada apa din?”
“Enggak, gua pengen kasih kartu nama gua, besok jangan lupa telpon gua, ada yang mau gua omongin, oke?”
“Kenapa enggak sekarang aja?”
“Jangan, ada paman elu, pokoknya besok jangan lupa.”Setelah acara makan malam itu, aku pun pulang ke rumah dgn seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama Dini sih. “Aouww Tonn, kamu romantis sekali..!” katanya sambil kedua tangannya menrabah manja melingkari leherku.Kemudian kuletakkan Dini pelan-pelan di atas ranjangnya, lalu aku menindih tubuhnya dari atas, untuk sesaat mulut kami saling pagut memagut dgn mesranya sambil berpelukan




















