Hahaha.”
Dia ikut tertawa. Bokep barat Aku tersenyum, dan ia pun tersenyum. “Kamu selingkuh juga.” Jawabku asal-asalan. Bukan menghujat. Lalu kami pun menuju mobilku. Paling lincah, paling menarik. Kami pun setelah itu menuju kostku, kembali memadu cinta. Mulutnya berkicau terus, bertanya-tanya mengenai profesiku. Di depan kedutaan Inggris aku parkirkan mobilku, bersama banyak mobil lainnya. Mikha memandangku saat sebuah lagu romantis terdengar. Waktu teriak, ikutan teriak. Ancol! Semua aku lakukan dengan sedikit hati-hati, karena aku sadar betapa besar batang kemaluanku untuk Mikha, aku tidak mau membuatnya menderita kesakitan. Aku mainkan lidahku di puting kedua buah dadanya yang mulai mengeras. Tubuhnya indah. “Saya nggak bakal lupa deh sama malam ini, saya akan inget terus malem ini, jadi kenangan manis saya”
Aku hanya tersenyum dengan lelah dan berkata “Iya Mikha, saya juga, saya nggak bakal lupa”.




















