Aku saat itu berusia hampir 16 tahun. Bokep Mama “Benar. Aku menikmati saja. Nafsunya kurasa. Lalu siapa? Jadi siapa? Degh! Antara rasa takut akan ketahuan dan kenikmatan
meletakkan tanganku di atas dada seorang dara. Kak Tina
tetap tak sadar. Anak-anaknya
dibawa semua. Baunyapun beda, seperti bau akasia. Yang
kulihat di sana sungguh luar biasa, dan tak akan pernah kulupakan. Walau
sedikit kesulitan, Kak Tina terus membaca. Hanya saja, rasanya
lengket. Aku menikmati saja. Mukanya yang sedikit hitam
bertambah gelap. Rasanya nikmat, nikmat
sekali. Bu Rochim mencemaskan
keadaannya. Dan
akhirnya Kak Tina pun menikah, lalu berhenti kerja. Aku yang masih bocah terus membacanya. Kejantananku menekan kemaluannya, tergadang kugosok-gosokkan. Samar-samar, dari sinar lampu templok dapat
kulihat pangkal pahanya yang tertutup celana dalam putih. Yang pasti ini menandakan kamu sudah besar. “Bangun! Dengan segera Bu Rochim membawanya ke dokter. Mengelus-elus
si kecil yang telah bangun. Kami
terus membaca. Kak Tina selalu membangunkan aku setelah dia memasak air.




















