“Dingin banget” katanya. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Bokep Mama Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang. Aku datang bersama kakakku Rina dan Papa. Sampai tengah hari, kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang sebagian besar terdiri dari monyet-monyet liar dan galak. Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. Tanganku mulai merogoh ‘Ms. ” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra. Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman.




















