Sesampai di rumah ternyata ibunya sudah tertidur, pikirku kalau begini bagusan lebih lama kami nikmati malam berdua. Bokep Tobrut “Aku sangat mencintaimu!…” sambungku. Kami tidak menyalakan lampu agar tidak mencurigakan, takut Rianti atau ibunya ada di luar kamar. “Sorry Syam, aku mau kuliah… Jangan halangi aku…” dia cuma mengucapkan itu dan menghindar untuk masuk ke dalam arean perguruan tinggi. Aku tak banyak berbincang lagi dan segera pamit pulang.Paginya, aku berharap mendapatkan kabar Rianti. Mendengar ini tentu saja aku sakit hati, apalagi mendengar Rianti akan dijodohkan dengan orang lain yang lebih kaya. “Tapi…” belum sempat selesai bicara, Rianti sudah menjauh, dan aku tidak mungkin mengejarnya melewati gerbang yang dijaga oleh security, apalagi pakaian ku lusuh penuh oli begini. Berbekal belati dan penutup wajah, kami kembali mengulang kehidupan kami di dunia kejahatan.




















