Kesempatan itu baru bisa terlaksana akibat rasa penasaranku dan atas batuan mbak Siti. Sejenak kudengar mbak Siti dan mang Narko berdialog serius dalam bahasa daerah asal mereka. Bokep colmek Benda itu berdiri kukuh seakan tengah menunjuk ke arah aku dan mbak Siti. Masih pingin lagi?” tanyanya.Belum lagi aku menjawab seketika itu juga kurasakan k0ntol mang Narko kembali bergerak maju mundur menyodok-nyodok memekku. Ayo! Yg masuk kan cuma kepala k0ntol saja. Bahkan semakin lama terasa semakin menyengat sekaligus mengubur habis rasa ngilu tadi. Tidur saja di sini non”ujar Mbak Siti sepertinya maklum dengan kondisiku. Aku cuma mau melindungi nona kita dari para lelaki iseng”“Dari mana kakang tahu kalau mereka itu lelaki iseng?”“Ya dari nganu…eng..yaa itu!” ujar mang Narko tak bisa menjemukan jawaban yg pasti.“Itu!




















