Suara pletak-pletok mendekat.“Ayo tengkurap..!” kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Lihatlah ia tadi begitu teliti membenahi semua perlatannya. Bokep barat Langkahku semangat lagi. Bau tubuh wanita setengah baya yang yang meleleh oleh keringat. Dari atas: Turun. Ia tersenyum ramah. Mulutnya persis di depan Junior hanya beberapa jari. Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya ada keringat. Kring..! Kini pindah ke paha sebelah kanan. Jam berapa aku berangkat. Masih ada esok. Apa yang aku harus bilang, lho tadi kedip-kedipin mata, maksudnya apa? Mbak Wien sudah turun. Agar kejadian kemarin terulang. Aku pun segan memulai cerita. Dadaku berguncang. Masih ada waktu bebas dua jam. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan.




















