Tiba-tiba si sopir nanya suamiku, “Berapa?”
“Berapa?” tanya suami ku lagi tidak mengerti. Dia bangkit dari atas badanku yang kusut. Film Porno Sehabisn,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Dia lalu mencabut kontolnya dari memek milikku yang dibanjiri air mani. Kali ini dengan dua kontol yang keras memuaskan syahwatku.Aku dibuat mereka orgasme beberapa kali sampai-sampai sangat kecapekan. Saat itu diiringi ujung kontol si sopir menumpahkan air main pada memekku dalam-dalam. “Tunggu Mas…” aku memanggilnya pelan. Dia bangkit dari atas badanku yang kusut. “Ganas banget mas” aku memujinya. Menjadi pedagang kain bukanlah cita-cita masa kecilku tapi itulah kini yang kulakukan bersama suamiku untuk hidup. Aku diam sejenak pasang tarif “Dua ratus aja bang, err sekali ini”Suamiku keluar memberi tahu si supir, “Dua ratus ribu”
Orang itu mengeluarkan dua lembar merah dari dompet menyerahkan pada suamiku.










