Sampai akhirnya dia akan tertuju ke sana.Dan untuk pertama kalinya aku menanggapi kata-kata suamiku itu. Bokep Mama Karena sesuatu yang aneh itu diam-diam mulai kupikirkan.Bahkan setelah suamiku berangkat kerja, aku semakin memikirkan semuanya itu. Di antara kami memang tiada rahasia-rahasiaan.Terkadang obrolan kami disertai tawa cekikikan, terutama kalau sudah membahas pengalaman kami yang lucu-lucu di masa lalu.Namun setelah Anneke pulang, aku terdiam sendiri di ruang tamu. Mungkin takkan sampai sejauh itu. Namun lalu ia tak bersuara lagi, karena aku mencium bibirnya dengan sepenuh kehangatanku.Pada mulanya ia gelagapan, mungkin karena tak menyangka akan kusergap dengan ciuman ketat dan hangat ini. Sesibuk apa pun kerjanya, tetap aja minta jatah kalau sudah waktunya menggauliku. Aku merasa bahagia punya suami yang sabar dan penuh pengertian seperti Mas Pandu.




















