Lidahku mulai menerobos masuk ke dalam mulut Mbak Titis. Kulangkahkan kakiku ke ruang tengah. Bokep Indonesia Sampai di tetek yang sebelah kiri kukecup pelan putingnya. Tanpa pikir panjang kuhampiri Mbak Titis dan berlutut di depannya. Aku ulurkan tanganku untuk meraih kepalanya mencoba membelai rambutnya. Kuarahkan perhatianku lagi ke bawah. “Belum Mbak”, jawabku setengah berteriak. Aku masuk lagi ke ruang produksi. Ini mau nganter Bapak ke Bandara.”
Aku seketika merasa senang. Lalu kutusuk lagi dengan gerakan cepat. Kepalanya terayun-ayun menambah keseksiannya. Tidak ada perlawanan dari Mbak Titis. Perlahan aku berjalan ke dapur sambil berharap cemas. Kupandangi sejenak gundukan di depanku. Perlahan aku mulai berani untuk bereaksi. Tangan kirinya mencengkeram tangan kiriku yang bermain di teteknya dengan sangat kuat. Aku diam saja karena tidak tau harus ngomong apa. Terus terang, aku ga suka ama bosku. “i…iya bu…Mbak”, jawabku pendek.Entah kenapa perasaan senang menyelimutiku. Aku tinggal di kota jogja.




















