Dari rumah aku dandan cukup rapi dan berangkat menuju tempat janjian kami.Sampai di sana aku lihat Galih sudah duduk di satu kursi cafe itu “Mau pesan apa?” Katanya dan aku hanya tersenyum walau dalam hati aku merasa ada yang aneh dengan sikapnya, biasanya dia sudah tahu minuman kesukaanku dan biasanya sudah ada di meja sebelum aku datang. Kini kami sudah sama-sama lulus dari kampus yang sama pula, Galih dengan mudahnya dapat pekerjaan karena papanya memang memiliki sebuah perusahan sendiri.Sedangkan aku masih harus melamar dari perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Bokep Jilbab/Hijab Apalagi jika aku ingat kalau kami dulu sering melakukan hubungan layaknya sepasang suami istri seperti dalam cerita sex, aku benar-benar kecewa di buatnya.Hingga dua bulan telah berlalu sejak hari itu, kini aku sudah memiliki sebuah pekerjaan. Mulai dari shopping hingga traveling, apalagi hotel yang dia pilih sesuai dengan seleraku bahkan aku merasa lebih mewah dari bayanganku.




















