“Apa?! Sebelum sempat melawan, dengan sigap tangannya kembali meraih vaginaku dan meremasnya.“Nin, memek kamu seksi banget.. Bokep cina Nanti kita jenguk jam 12 ya?”Aku terisak sedih dan air mataku mulai mengalir. Tangannya dengan kasar membuka lebar-lebar pahaku sehingga vaginaku terpampang lebar untuk dijelajahi oleh tangannya. Nanti kita jenguk jam 12 ya?”Aku terisak sedih dan air mataku mulai mengalir. Badanku mengejang dan cairan orgasme kembali mengalir dengan deras bercampur darah keperawananku. Aku segera melepaskan pelukanku namun Papa menahannya.“Pa, lepaskan aku!” jeritku ketakutan. Rasa sakit luar biasa terasa di vaginaku. Dengan perlahan ia memasukkan kepala penisnya ke dalam liang vaginaku, namun terhalang oleh selaput daraku. “Iya, Nin. Wow! Kami tidak berkata apa-apa. Nanti Papa sodok ya..” bisik Papaku di telingaku dan menjilatinya ketika tangannya mulai bermain di klitorisku.Birahiku sudah tak tertahankan lagi hingga aku pun pasrah terhadap perlakuan Papaku ini.




















